SEUMUR HIDUP TAK PERLU DIBERSIHKAN

SEUMUR HIDUP TAK PERLU DIBERSIHKAN

Beberapa bulan yang lalu saya mengalami kejadian yang tak disangka-sangka. Lebih tepatnya yang mengalaminya anak dari adiknya kakek saya yang kini sudah meninggal. Awal penyebab meninggalnya simpel, dia punya kebiasaan “ngileni” atau mengorek telinga dengan ujung bulu ayam. Kebiasaan yang seolah-olah tak berbahaya sama sekali.

KRONOLOGINYA

Awalnya, paman saya hanya merasakan sakit di salah satu telinganya hingga tak tahan. Bukan karena sakitnya, tapi risih dengan rasa sakit kecil yang dirasakan berhari-hari. Dia diperiksakan ke dokter umum dan sakitnya hilang. Dua minggu kemudian, sakitnya timbul lagi. Kali ini harus dirawta oleh dokter spesialis THT dan harus menjalani perawatan pembersihan telinga seminggu dua kali. Karena menyepelekan nasehat dokter, paman saya enggan periksa setelah perawatan kedua. Ia merasa sudah sehat dan tak merasakan sakit lagi. Dua minggu kemudian, tiba-tiba ia pingsan selama beberapa menit dan setelah sadar ia tak bisa diajak berkomunikasi selama beberapa jam.

Pada hari itu juga, paman dibawa ke RS di Klaten dan harus menjalani rawat inap. Kondisinya memburuk dan harus dirujuk ke RS di Jogja yang peralatannya lebih lengkap. Setelah diperiksa dokter, diputuskan harus dioperasi otaknya karena “kuman” infeksi dari telinga itu sudah masuk ke otak. Persiapan operasi itu diperkirakan butuh waktu satu bulan, namun baru dua minggu dirawat paman sudah tak tertolong dan akhirnya meninggal.

Dari pengalaman buruk itu, saya mencari-cari informasi, apakah benar mengorek telinga bisa menyebabkan infeksi dan infeksinya bisa menjalar ke otak. Dan inilah info yang saya dapatkan.

SUSUNAN TELINGA

Telinga berfungsi sebagai alat pendengaran dan keseimbangan. Agar kedua fungsi tersebut berjalan, telinga harus dijaga. Sayang, banyak orang yang kadung salah dalam hal menjaga kebersihan telinga. Misalnya, mengorek telinga.

Telinga terdiri dari telinga luar, tengah dan dalam. Ketiga bagian ini bekerjasama menangkap gelombang suara dan menjadikannya bunyi yang nyata. Awalnya, gelombang suara diterima oleh telinga luar. Telinga luar sendiri terdiri dari daun dan liang telinga. Daun telinga menampung suara, yang kemudian disalurkan ke liang telinga. Dari liang telinga, suara kemudian masuk ke telinga tengah melalui gendang telinga. Di belakang gendang telinga, terdapat tulang pendengaran yang bentuknya menyerupai rantai. Tulang-tulang ini saling berhubungan pada sendi dan berfungsi mengantarkan gelombang suara hingga menggetarkan gendang dan sampai ke telinga dalam.

Di telinga dalam terdapat alat penerima yang disebut rumah siput. Di dalam rumah siput terdapat ujung-ujung saraf, cairan, dan organ yang mengambang. Gelombang suara yang diantarkan gendang dan tulang telinga akan menggetarkan cairan dalam rumah siput, sehingga membuat organ yang mengambang bergerak dan menyentuh ujung-ujung saraf pendengaran. Proses yang tadinya menggunakan tenaga mekanik kemudian diubah menjadi tenaga listrik, dan disampaikan ke otak sehingga kita mendengar suara.

Sementara sebagai alat keseimbangan, prosesnya lebih kompleks. Proses terjadi di telinga dalam. Telinga bekerjasama dengan organ lain seperti mata, sendi-sendi, otak dan lainnya. Jika ada dua organ yang tidak berfungsi, maka keseimbangan kita pun akan hilang.

BAHAYA MENGOREK

Bentuk telinga dirancang untuk mengantisipasi masuknya kotoran. Liang telinga yang bersudut membuat kotoran, seperti debu atau serangga, sulit menembus bagian yang lebih dalam. Tugas menghalau kotoran juga dilakukan kelenjar rambut yang terdapat di bagian depan setelah liang telinga. Di sini juga diproduksi getah telinga yang bernama serumen. Kita lebih mengenalnya sebagai tai telinga atau getah. Tai telinga inilah yang akan menangkap kotoran dan dengan sendirinya membersihkannya.

Orang sering salah kaprah menyangka tai telinga sebagai kotoran. Padahal, fungsinya sangat penting untuk membersihkan kotoran yang masuk. Secara alamaiah, kotoran yang masuk akan kering dan keluar sendiri. Tai telinga tidak usah dibuang, kecuali jika menggumpal dan menyumbat liang telinga sehingga menghalangi masuknya gelombang suara ke telinga dalam. Lagipula, tak banyak kasus orang yang mengalami penggumpalan getah ini.

Dalam kadar normal, tai telinga hanya menutupi permukaan dinding telinga. Jika dibersihkan, getah akan diproduksi lagi. Maka, telinga sebaiknya tidak dibersihkan dengan cara dikorek. Cukup bersihkan bagian luar saja, yaitu daun dan muara liang telinga. Bagian lebih dalam dari itu, seumur hidup pun tak perlu dibersihkan.

Salah satu yang sering dilakukan orang adalah mengorek telinga. Tak banyak yang tahu, mengorek telinga justru akan mengakibatkan terdorongnya getah telinga ke bagian yang lebih dalam yang bukan tempatnya. Jika getah ini dibersihkan, maka getah akan diproduksi lagi. Jika pengorekan dilakukan terus-menerus, getah yang
terdorong akan menumpuk dan menyumbat, sehingga pendengaran pun menurun karena gelombang suara tak bisa disalurkan dengan baik.

Mengorek telinga juga bisa mengakibatkan perbenturan sebab telinga kita bentuknya bersudut. Perbenturan ini akan mengakibatkan pembengkakan atau perdarahan. Pengorekan yang terlalu keras atau dalam juga bisa mengakibatkan trauma, ditambah dinding telinga kita mudah berdarah.

Masih ada lagi, mengorek telinga juga bisa bikin kolaps. Anda mungkin pernah mengalami batuk-batuk saat mengorek kuping. Nah, hal ini disebabkan adanya refleks saraf pagus yang terdapat di dinding telinga. Saraf pagus membentang ke tenggorokan, dada sampai perut. Batuk-batuk adalah refleks yang ringan. Refleks yang berat dan berbahaya bisa mengakibatkan kolaps.

MUKA TAK SIMETRIS

Mengorek telinga juga bisa menyebabkan infeksi. Infeksi yang berat dan berada di tempat yang sensitif bisa menyebabkan kualitas pendengaran menurun, bahkan membuat muka jadi mencong (tak simetris).

Salah satu saraf yang terdapat di telinga adalah saraf facialis. Saraf ini berada di belakang liang telinga. Fungsinya menggerakkan otot muka dan sebagai bagian yang menunjang pendengaran. Meski saraf ini dilindungi tulang, namun jika infeksi atau gangguan lain sudah mengenainya, maka bisa mengakibatkan muka menjadi mencong, mata tak bisa ditutup, dan lainnya, yang disebut kelumpuhan saraf facialis.

Infeksi akibat mengorek terlalu keras bisa berbentuk seperti bisul yang bernanah. Infeksi bisa terjadi di liang telinga, kelenjar rambut, bahkan sampai ke bagian telinga tengah di belakang gendang. Selain karena mengorek, infeksi telinga tengah yang disebut congek bisa pula disebabkan oleh adanya infeksi di saluran nafas, yang berasal dari belakang hidung lalu merambat ke saluran tuba eskafius yang menghubungkan rongga di belakang hidung dengan telinga tengah. Jika produksi nanah semakin banyak, maka gendang bisa pecah atau bocor. Akibat selanjutnya, pendengaran akan terganggu.

Di dalam telinga terdapat banyak sekali saraf. Itulah kenapa telinga sangat sensitif. Ketika kita sakit amandel, sakit gigi atau radang tenggorokan, telinga juga terasa sakit, karena telinga kita dilalui saraf perasa. Saraf ini akan mengalihkan rasa sakit di daerah lain sampai ke telinga.

HINDARI MUSIK KERAS

Banyak hal bisa menjadi penyebab menurunnya kualitas pendengaran. Dalam gangguan taraf ringan, orang hanya akan mampu mendengar bunyi dengan kapasitas 25 – 40 desibel saja, taraf sedang 40 – 60 desibel, dan jika lebih dari 60 desibel berarti berada dalam taraf berat.

Kita sering merasa tak pernah mendengarkan musik keras-keras. Namun punya kebiasaan mendengarkan musik dari HP atau MP3 player dengan headset atau earphone. Sekalipun alat itu kecil, karena penggunaannya yang ditempelkan di telinga menyebabkan tingkat kekerasan suaranya mengalahkan suara bising kereta api. Kerusakan penurunan pendengaran karena hal ini bersifat permanen dan tak bisa disembuhkan.

Penyebabnya beraneka ragam, mulai kelainan di telinga luar hingga dalam. Kelainan di telinga luar bisa disebabkan adanya penyumbatan oleh getah telinga, benda asing, bisul, atau tumor. Gangguan di telinga tengah seperti gendang pecah, perdarahan akibat benturan pada kecelakaan, terputusnya rantai tulang pendengaran atau keluarnya cairan karena alergi.

Sementara di telinga dalam, gangguan berupa “pingsan” atau matinya sel rambut yang mengubah getaran mekanik jadi listrik lalu menyampaikannya ke otak. “Pingsan” atau matinya sel rambut disebabkan trauma bising, misalnya mendengar terlalu lama dan sering bunyi-bunyian yang amat keras, infeksi yang menjalar dari telinga tengah atau karena keracunan obat. Melalui peredaran darah, racun dari obat bisa sampai ke telinga dalam.

Penyakit seperti darah tinggi dan diabetes juga bisa mengurangi pendengaran. Pasalnya, penyakit ini bisa sebabkan rusaknya pembuluh darah. Akibatnya, telinga dalam sebagai terminal tak mendapat makanan yang cukup,” ujar Darnila. Sejumlah makanan juga bisa menyebabkan penurunan pendengaran jika menyebabkan penyempitan pembuluh darah. Contohnya garam, lemak dan rokok. Turunnya pendengaran karena darah tinggi, diabetes dan keracunan obat bisa menyerang dua belah telinga. Sementara penyebab lainnya hanya menyerang telinga yang mengalami gangguan. Perlu diingat, gangguan di satu telinga tidak menjalar ke
telinga yang lain.

Kebanyakan gangguan yang terjadi di telinga luar dan telinga tengah bisa diatasi. Sedangkan jika mengenai telinga dalam agak sulit. Kalau sel rambut di telinga dalam hanya “pingsan”, misalnya akibat mendengarkan musik disko selama dua jam saja, maka pendengaran akan kembali setelah beberapa lama menghindar musik keras ini. Namun, jika terlalu sering mendengar musik atau bunyi-bunyian yang amat keras, bisa saja sel rambut itu patah dan akhirnya kualitas pendengaran rusak
berat. Umumnya hal ini tak bisa diperbaiki.

Pendengaran menurun yang permanen juga bisa ditemukan pada bayi dengan
kelainan bawaan. Biasanya pada mereka bisa dilakukan tes refleks. Tes ini bisa dilakukan oleh orang tua yang merasa curiga anaknya tidak bisa mendengar. Caranya dengan membunyikan sesuatu di tempat tersembunyi, yang tidak bisa lihat matanya. Lihat saja, apakah saat mendengar bunyi ia langsung memberi respon atau tidak?

(Dari berbagai sumber)

nekaNEKA.wordpress.com 2010

Advertisements

, , ,

  1. #1 by Jund on January 20, 2011 - 6:40 pm

    Thanks for the info…
    telinga aku lagi sakit ne. di dalamnya berdenging dan sekarang udah sakit. udah empat hari. kemarin ke dokter tht. di cek katanya banyak kotoran. cuma cek aja udah kena 75ribu. lain lagi obatnya yang mahal. karena ngga ada uang ya ngga jadi beli. terus pergi lagi ke dokter lain. katanya harus disedot dan di suruh ke rumah sakit umum. udah di rumah sakit umum hari kamis, di cek aja sama tuh dokter malah di kasih obat aja. dan katanya ngga usah di sedot. itu karena pilek.
    yang pengen tanya di sini, yang benarnya di mana?? apa ikut dokter pertama, kedua atau yang di rs umum??? kirim ke email aku aja ya.. thanks

    • #2 by LK on January 30, 2011 - 9:45 am

      Maaf, karena diriku bukan orang kesehatan, jadi ndak bisa memberi saran. Yang saya tahu cuman sebatas tulisan di atas. Maaf.

      • #3 by adi on January 9, 2014 - 11:17 pm

        Kalau seumur hidup tidak usah dibersihkan saya tidak setuju. Tergantung kasusnya.

        Kalau kotoran kuping sudah penuh & ganggu pendengaran (apalagi bikin budek) ya harus dibersihkan tapi oleh ahlinya (dokter THT).

        Mungkin sudah belasan dokter THT saya datangi, saya cuma diwanti-wanti agar jangan dibersihkan sendiri (harus ke dokter THT). Dan belum pernah ada dokter THT yg bilang: “tidak usah dibersihkan seumur hidup”.

      • #4 by munap said on January 14, 2014 - 11:27 pm

        Informasi yang sangat berguna. Sebaiknya pembersihan telingan di lakukan oleh dr THT untuk keamanannnya

    • #5 by kurniawan on January 9, 2014 - 6:08 am

      kl kotoran nya maaf kopoken keluar sendiri ntr orang2 yg disekitar kita akan merasa jijk ,,maka kt perlu membersihkannya dgn tujuan kebersihan, asal membersihkann telinga dgn kapas dgn cara sangat lembut

    • #6 by Mento Gulo on January 9, 2014 - 8:35 am

      sebelumnya terimakasih informasinya. Ini berdasarkan pengalaman: waktu SMA saya tinggal diasrama dan waktu itu kelas 10, semester 2 saya tiba-tiba mengalami gatal telinga yang menimbulkan adanya nanah. Sebelumnya, semester 1 saya suka mengorek2 telinga pake korek kuping. Dan memang benar bahwa tai telinga itu penting, dan waktu itu saya tidak tau bahwa yang saya keluarkan itu dari kuping saya adalah tai telinga sebagai salah satu pelindung telinga, lalu membuangnya (gk mungkin saya masukkan kembali). Semester 2 bulan pertama mulai gatal-gatal. disangka telinga saya gatal2 karena kurang bersih. Saya terus mengorek2 telinga. Pada bulan ke-3 telinga saya mulai berair, bulan ke-4 nanah mulai ada sedikit-sedikit. Dan saya tidak tahu solusinya. Memang itu tidak enak baunya, dan dijauhi teman2 pastinya. Kemudian pertengahan bulan 6, sekolah saya libur dan saya pulang kerumah. Kemudian saya cerita ke mama saya soal kuping saya. Kata mama saya, gk apa2 nanti dikasi obat. Obatnya adalah
      1. BELERANG (warna kuning) yang ditumbuk sampe halus
      2. minyak goreng sedikit (minyak gorek BUKAN bekas).
      3. aduk hingga tercampur disuatu tempat (mangkok).
      4. Sesudah itu, ambil korek kuping, lalu celupkan didalam tempat (mangkok) tersebut.
      5. kemudian, masukkan kedalam kuping secara perlahan-lahan.

      Bekas obat (yang ada dalam mangkok) dan korek kuping yang sudah digunakan dibuang. Jangan pernah coba2 pake obat bekas hari ini untuk obat besoknya. Lakukan ini selama 2 minggu-setiap harinya. Dan percaya pasti sembuh.
      Sebelum memberikan obat ini kedalam kuping, bersihkan dulu kupingnya. Memang butuh waktu pengobatan yang cukup lama yaitu 2 minggu. Sesudah dua minggu kuping saya tidak gatal lagi tetapi sembuh. Jadi, gatal, air, nanah, dan infeksi terkalahkan oleh belerang. Kata mama saya begitu dan memang benar.

      • #7 by lusiana on January 29, 2014 - 7:49 pm

        Serius yah pake blerang? Sy mau coba deh soalnya sy kuping sk skt awalnya gara” gatel efek dr dgr music di hp.. lalu kluar kyk darah bening gitu sy takut… awalnya sempet skt gigi dlnya.. terus ke dokter tht ktnya ini gak apa” di ksh salep aja. Sy tinggal sndri jd sy ga bsa ngadu sm orang tua sy,sy ga tinggal di rmh.. sy cob deh pake blrang.. tq bgt yah infonya mudah”an sy bsa sembuh,minta doanya jg yah… tq yaaah……

    • #8 by Agung Ndlajil on January 9, 2014 - 11:59 pm

      lebih baik cek ke Lab gan.

    • #9 by lalaa on January 10, 2014 - 12:26 am

      yang benar karena flu.
      kemarin saya juga pernah telinga sebelah seperti terhalang kotoran, dan selalu terasa berdengung. begitu ke dokter umum, diberitahu ada cairan di balik gendang telinga akibat flu/pilek. jadi cuma dikasih obat buat flu.
      saya ikutin aja dan hilang setelah beberapa hari tanpa harus sedot kotoran kuping (yang saya kira awalnya penyebabnya, ternyata bukan)

    • #10 by cyber on January 16, 2014 - 7:17 pm

      Semuanya sebenarnya benar..hanya saja penjelasan yg di sampaikan oleh masing2 pihak kurang lengkap sehingga terkesan bertolak belakang..
      Kalau waktu itu anda sedang pilek sebaiknya jgn suka melakukan gerakan yg menutup hidung lalu meniupkan udara supaya hidung tidak mampet..karena itu bisa membuat kuman penyebab pilek td menginvasi daerah telinga yg bisa bikin infeksi di telinga..
      Saat pilek telinga berdenging jg sering terjadi.
      Penghasilan kotoran telinga saat sakit biasanya meningkat..
      Nah obat biasa yg di beri itu obat pilek dan obat untuk menghilangkan bunyi berdenging nya..
      Kalau saya sih menyarankan anda ke rumah sakit umum saja jika memang mengalami kendala di keuangan.
      Atau kalau mw ke dr.spesialis jg tdk masalah.tp minta kepada dokter nya untuk memberi anda obat generik. Kan rugi di anda kalo sudah ke spesialis tp gk nebus obatnya..
      Jd kalo ke spesialis sebaiknya minta generik aja…kualitasnya gak jauh beda kok

  2. #11 by zara on June 5, 2012 - 2:07 pm

    Ini lah pertama kali sya buka info ni…sbb sya sekarang sedang kesakitan bisul dlm telinga.asalnya sebelah.belum lg sembuh,kini sebelah lg sedang membengkak.sya juga sedang hamil….nampaknya ubat yg di beri doktar 2 hr lepas masih belum melegakan sakit teliga ni….bila bca info2 ni sya jadi semakin takut…sbb aslnya sya sakit teliga ni lepas korek guna putik kapas.bukan dgn kuat,hanya menghilangkan rasa gatal….kata kawan,mugkin disebab kan jangkitan kuman.

  3. #12 by agung spd on January 8, 2014 - 9:47 am

    mantaf informasinya, sangat bermanfaat… trims gan…

  4. #13 by Dhony Pratama on January 8, 2014 - 10:54 am

    OK punya nih infonya.
    Jd kalaupun harus dibersihkan telinganya, harus dengan orang yg ahli.
    dan itupun harus mengikuti jadwal yg diberikan dokter hingga selesai.
    trims ilmunya gan.

  5. #14 by syhfaisal on January 8, 2014 - 11:02 am

    Reblogged this on #AyoMenulis.

  6. #15 by dihas on January 8, 2014 - 12:52 pm

    mengorek telinga ada kesenangan dan kebahagiaan sendiri lhoo…

  7. #16 by Barito Putera on January 8, 2014 - 1:13 pm

    Infonya sangat bermanfaat, saya jadi tau kalo mengorek telinga itu harus hati-hati

  8. #17 by Najm Ibrahim on January 8, 2014 - 2:04 pm

    Wah bagus nih buat dipelajari. Izin share yaaa πŸ˜€

  9. #18 by kartini ladjido on January 8, 2014 - 2:19 pm

    makasih infonya,,,,,

  10. #19 by Darwin am on January 8, 2014 - 3:13 pm

    Menarik untuk diperhatikan, makasih ya,, izin share juga ya,,,

  11. #20 by meja kantor on January 8, 2014 - 3:18 pm

    tp rasanya ngk enak kan tuh terasa kotor dan menganjal, kira2 solusinya gm ya agar terasa bersih tetapi tidak mengurangi fungsi dari getah telingga itu…??

  12. #21 by Hendra madjid on January 8, 2014 - 4:12 pm

    wah… Bermanfaat sekali. Jujur saja aku sering melakukannya (mengorek). Dan itu juga saya lakukan terhadap bayi aku. ternyata keliru ya? Wah… harus dirubah ini habitsnya… makasih share infonya… Karena setahuku dulu cuma kotoran di dalam puser yang begitu. NICE post

  13. #22 by Ceritaeka on January 8, 2014 - 4:18 pm

    Aku ngilu lihat gambar korek kuping nembus gitu 😦
    Selama ini aku masih ngorek kuping pakai cotton but tapi gerakannya lembut gitu, haduh 😦
    btw kabar pamannya bagaimana? Semoga segera pulih ya.

  14. #23 by nichy red on January 8, 2014 - 4:48 pm

    wahh informasinya kereenn ..
    izin shere ya ?? πŸ™‚

  15. #24 by fahmibaihaqi on January 8, 2014 - 5:11 pm

    Wah… baru saja nyari korek kuping. Trimaksih gan infonya.

  16. #25 by kios olah raga on January 8, 2014 - 5:46 pm

    Terkadang kita membersihkannya terlalu berlebihan, karena yang perlu dibersihkan adalah telinga bagian luar. Seperti juga kita wudu, dengan rutin telinga kita juga akan bersih.

  17. #26 by Akhukum on January 8, 2014 - 6:23 pm

    Wah, ternyata berbahaya juga ya… Jangan lupa baca juga yang ini: http://nblo.gs/QVD1M

  18. #27 by wahyu on January 8, 2014 - 8:10 pm

    Terimakasih, infonya sangat bermanfaat.

  19. #28 by niiapanpan on January 8, 2014 - 8:29 pm

    bagus infonya, makasi broo (y)

  20. #29 by Rob on January 8, 2014 - 8:48 pm

    Hoakkkkk

  21. #30 by dewi on January 8, 2014 - 9:50 pm

    thanks info nya bermanfaat sekali
    ]

  22. #31 by Hastu on January 8, 2014 - 10:33 pm

    Naskah

  23. #32 by dinar aqiqah solo on January 8, 2014 - 10:41 pm

    thanks ilmunya

  24. #33 by adol on January 9, 2014 - 12:00 am

    kalo yang congek-an gimana neh..wkwkwk

  25. #34 by heane on January 9, 2014 - 12:44 am

    tes komentar

  26. #35 by genteng jatiwangi on January 9, 2014 - 2:30 am

    izin copas gan…

  27. #36 by halbu on January 9, 2014 - 2:42 am

    Sangat bermanfaat informasinya. Thanks mas bro.

  28. #37 by Arief Noerman Yoelianto on January 9, 2014 - 3:13 am

    nah ini dia πŸ˜€
    ijin share ya ndroo πŸ™‚

  29. #38 by wahyudi ong on January 9, 2014 - 8:06 am

    terima kasih ya..

  30. #39 by Mento_gulo (@MentodiusGulo) on January 9, 2014 - 8:36 am

    sebelumnya terimakasih informasinya. Ini berdasarkan pengalaman: waktu SMA saya tinggal diasrama dan waktu itu kelas 10, semester 2 saya tiba-tiba mengalami gatal telinga yang menimbulkan adanya nanah. Sebelumnya, semester 1 saya suka mengorek2 telinga pake korek kuping. Dan memang benar bahwa tai telinga itu penting, dan waktu itu saya tidak tau bahwa yang saya keluarkan itu dari kuping saya adalah tai telinga sebagai salah satu pelindung telinga, lalu membuangnya (gk mungkin saya masukkan kembali). Semester 2 bulan pertama mulai gatal-gatal. disangka telinga saya gatal2 karena kurang bersih. Saya terus mengorek2 telinga. Pada bulan ke-3 telinga saya mulai berair, bulan ke-4 nanah mulai ada sedikit-sedikit. Dan saya tidak tahu solusinya. Memang itu tidak enak baunya, dan dijauhi teman2 pastinya. Kemudian pertengahan bulan 6, sekolah saya libur dan saya pulang kerumah. Kemudian saya cerita ke mama saya soal kuping saya. Kata mama saya, gk apa2 nanti dikasi obat. Obatnya adalah
    1. BELERANG (warna kuning) yang ditumbuk sampe halus
    2. minyak goreng sedikit (minyak gorek BUKAN bekas).
    3. aduk hingga tercampur disuatu tempat (mangkok).
    4. Sesudah itu, ambil korek kuping, lalu celupkan didalam tempat (mangkok) tersebut.
    5. kemudian, masukkan kedalam kuping secara perlahan-lahan.

    Bekas obat (yang ada dalam mangkok) dan korek kuping yang sudah digunakan dibuang. Jangan pernah coba2 pake obat bekas hari ini untuk obat besoknya. Lakukan ini selama 2 minggu-setiap harinya. Dan percaya pasti sembuh.
    Sebelum memberikan obat ini kedalam kuping, bersihkan dulu kupingnya. Memang butuh waktu pengobatan yang cukup lama yaitu 2 minggu. Sesudah dua minggu kuping saya tidak gatal lagi tetapi sembuh. Jadi, gatal, air, nanah, dan infeksi terkalahkan oleh belerang. Kata mama saya begitu dan memang benar.

  31. #40 by JIM on January 9, 2014 - 8:37 am

    info yg sangat bermanfaat…

  32. #41 by Ry-Nay on January 9, 2014 - 9:11 am

    Beritanya gk terlalu klinis, hanya pengalaman pribadi.. bukan berdasarkan penelitian klinis yg akurat.. Saya belum pernah dengar dokter ngelarang orang bersihin telingga asal dg cara yg tepat dan benar..

  33. #42 by butik baju korea on January 9, 2014 - 10:05 am

    terima kasih info nya

  34. #43 by dika on January 9, 2014 - 11:09 am

    Dibersihkan pakai cotttonbud boleh tapi jgn terlalu dalam,ckup di permukaan luar saja.ke THT memang dibutuhkan hanya jika sudah menganggu serumen/kotoran telinganya.alternatif selain membersihkan pakai korek kuping,menggunakan obat pembersih telinga yg berbentuk cair bisa dibeli di apotik.fungsinya mengencerkan serumen menjadi lunak dan akan keluar sendirinya,nanti tinggal dilap tisu

    fungsi dari serumen itu sebenarnya melindungi telinga dari beda asing dan hewan

  35. #44 by rosa on January 9, 2014 - 12:46 pm

    Saya juga pernah ngrasain infeksi telingan, dan saya kira saya meninggal gara2 itu karna memang sakitnya luar biasa.
    dokter memang bilang telinga punya sistem kerja yg bisa membersihkan dirinya sendiri.

    • #45 by wim on September 21, 2014 - 2:08 pm

      Gmn rasanya wktu itu? Apa aja yg km rasakan?

  36. #46 by ismaharto adi on January 9, 2014 - 1:08 pm

    beberapa waktu lalu anakku mersakan sakit di dalam telinga, bedengung dan demam..setelah diperiksa dokter tht pake kamera yg spt selang ternyata tjd peradangan di dlm telinga dan keluar cairan bening. kl sdh parah kt om dokter bs merusak gendang telinga n congekkan, untung aja blm parah..penyebabnya karena virus dr pilek kt om dokter… setelah makan obat besok paginya alhamdulillah sembuh..

  37. #47 by mee la on January 9, 2014 - 1:11 pm

    kalo sakitnya karna ada bisul bahaya juga ga? trus ngobatinnya gimana?

  38. #48 by sinaga17 on January 9, 2014 - 3:13 pm

    saya itu paling suka bersihin kuping, klo tidak di bersihin 3 hr dah mulai gatal tu kuping, tp setelah baca post ini ane bakal lebih hati2 lg dlm membersihkan kuping.. thx..

  39. #49 by alif on January 9, 2014 - 3:18 pm

    permisi sebelumnya , ini dari pengalaman pribadi saya yang belu lama terjadi , waktu bulan september kemarin saya pernah mengalami gangguan telinga dikarenakan terlalu sering mengorek kuping dan tai kuping sayang kering karna setau saya tai kuping itu normalnya basah/getah, nah oleh sebab itu saya mengira karna tai kuping saya kering saya harus sering mengorek kuping atau membersihkannya. tetapi semakin saya korek dan saya bersihkan kuping saya pun semakin gatal, suatu hari saya mencoba membersihkan dengan baby oil supaya kotoran telinga saya menjadi lembek dan mudah dibersihkan, namun kenyataan berkata lain, kuping saya marah berasa budeg seperti kemasukan air tetapi tidak bisa dihilangkan dan itu tidak enak sekali.
    esoknya saya pergi ke puskesmas dan dokter puskesmas pun tidak berkata apa2 hanya bilang ” kupingnya bersih ko g apa2″ (sok tau dia,padahal saya ngerasain) , esok hari nya saya dirujuk kerumah sakit umum fatmawati untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut, setelah diperiksa ternyata memang ada kotoran yg menggumpal dan agak dalam sehingga tidak ketahuan jika tidak disedot. setelah disedot kuping saya pun kembali normal seperti sediakala.
    dan sang dokter pun memberi masukan, ia bilang ” kuping itu jangan dibersihkan justru membuat kotoran menggumpal, boleh dibersihkan hanya bagian luar dan pinggirnya saja, normalnya kotoran kuping itu keluar dengan sendirinya saat kita mandi atau berenang”. oleh karna itu sering2 lah berenang karna berenang sangat bermanfaat untuk kebersihan kuping , asalnya jangan dikali ya. tks

  40. #50 by Perwita on January 9, 2014 - 6:32 pm

    setuju n betul itu… saya pernah mengalaminya krn suka membersihkan telinga sampai meradang n..telinga n kepala sakit…krn ternyata dg Cotton Bud bukannnya membersihkan malah mendorong kotoran masuk dan malah menyenggol bagian” penting lainnya di telinga ..
    Menurut dokter THT ,tidak usah ada 1 CottonBud di rumah !!!…. dan dokter THT tidak pernah merekomendasikan cotton bud u membersihkan telinga (krn mmg tdk perlu dibersihkan).

  41. #51 by Rido on January 9, 2014 - 7:02 pm

    Gmn yah… sudah kebiasaan…

  42. #52 by Oelil on January 9, 2014 - 8:11 pm

    thanks tuk info ny, smoga ne akan jadi ilmu bagi yg blum mngetahui…
    izin copas πŸ™‚

  43. #53 by yolanda mutiara christina on January 9, 2014 - 8:42 pm

    sebaiknya gunakan cottonbud yang kapasnya kecil agar proses membersihkan lebih optimal, dikhawatirkan jika mengorek dengan cottonbud kapas besar, bukannya kotoran keluar malah tambah masuk kedalam. cara mengorekpun harus diperhatikan, bukan mendorong kedalam tapi dengan posisi cottonbud memutar liang telinga (dicongkel lembut).

  44. #54 by Kang Aan on January 9, 2014 - 8:50 pm

    Mantap gan….

    Ayyooo gabung di @iklikvsi.com menuju 10 juta Komunitas

  45. #55 by Dika on January 9, 2014 - 9:56 pm

    Tp banyak kasus yg terjadi klo g dibersihin nanti telinganya ketutup kotoran gt. Kotoran itu bs ngeras nanti klo g pernah dibersihin, trus nanti mengganggu pendengaran. Mending dibersihin aj, tp ati2x jangan terlalu dalam dan terlalu sering dibersihin. Ya seminggu sekali cukup. Jangan setiap hari juga, klo orang yg setiap hari mah itu bukan karna pengen bersih tapi gara2x keenakan kegelian.

  46. #56 by agung fernando on January 10, 2014 - 12:04 am

    Assalamualaikum bagus izin share

  47. #57 by sandal kulit on January 10, 2014 - 9:30 am

    ikut menyimak gan..

  48. #58 by dewi anggraini on January 10, 2014 - 10:37 am

    thanks infonya,sesuai dgn yg dikatakan oleh dokter tht anak saya waktu tertusuk cotton bud yg diambilnya diam2 kukira baik2 sj ternyata besok pg terlihat darah kering diluar telinga dibersihkan oleh dokter tht dirumkit dan perkataannya sm dgn info diatas,so cukup bersihkan bagian luarnya sj dan jauhkan cotton bud sejauh2nya dr anak.

  49. #59 by abu fathan on January 10, 2014 - 10:47 am

    insyallah dengan menggunakan minyak mujarab , sakit telinga dan yang lainnya bisa diatasi… sudah banyak yg membuktikan…. minat hub: 085710940085

  50. #60 by Asyfaniah Briliani on January 10, 2014 - 11:44 am

    *for muslim :
    makanya, islam itu indah, sholat wajib 5 X sehari dan harus berwudhu dulu, yang ada pada wudhu itu membersihkan telinga. πŸ™‚

    kalaupun gag membersihkan telinga seumur hidup karena ternyata tai telinga itu penting. tapi khawatir kotor karena keluar sendiri nantinya. mungkin solusinya ada di wudhu. πŸ™‚ insya Alloh kalo pun gag membersihkan seumur hidup tapi rajin membersihkan telinga lewat wudhu, tetap bersih. πŸ™‚

    indahnya islam, πŸ™‚

  51. #61 by Dadang Setiawan on January 10, 2014 - 7:38 pm

    nyimak gan..
    info yang bagus dan bermanfaat..
    jadi pengen ubah kebiasaan juga..

  52. #62 by Bunga on January 11, 2014 - 6:34 am

    NIce info yah.
    Izin share, ane juga punya pengalaman jadi langganan dokter THT dari SD. Awal kisahnya karena kemasukan air pas berenang, kuping jadi kesumbat, susah denger. Tadinya dimasukin air lagi trus dikeluarin biar yang nyumbat ikutan keluar tapi ternyata ga bisa. Trus dikorok pake cotton bud tapi hasilnya sama aj malah jadi sakit plus keluar cairan putih dari telinga, plus bau. Setelah dibawa ke THT telinga ane dibersihin, disedot gitu dan diksih obat. Engga tau kenapa setelah itu kuping ane jadi sering sakit, sering dikit budeg kesumbet, sering dibersihin pake cotton bud, tambah sakit dan berakhir di THT karena sakitnya sampe kepala. Bahkan sampe kuliah pun kalo kelamaan pake headset kuping ane kumat sakitnya dan kumat lagi ngapel ke THTnya. So bener info disini, gak perlu dibersihin sampe dalem banget, kalo mau dibersihin cukup luar aja. Kalo ada masalah di dalem telinga sampe dalem mending langsung konsultasi ke THT. Terkadang mereka bantu pake alat mereka ga perlu pake obat kok. Emang susah sih ubah kebiasaan kita ngebersihin kuping, tapi ada baiknya juga daripada jadi pelanggan dokter THT macam ane. Jangan ditiru kebiasaan jelek macam kebiasaan ane korek kuping yah.
    Thanks anyway πŸ™‚

  53. #63 by mamanya anak2 on January 11, 2014 - 8:24 am

    Antara kasus yg dibahas dan pembahasan kurang nyambung. Kalo dari kasusnya keliatannya otitis media supuratif kronis dengan komplikasi meningitis, ini merupakan infeksi telinga tengah yg kronis bisa menyebar ke intrakranial(kepala) karena ruangan telinga tengah berbatasan dengan otak. Sedangkan serumen(kotoran telinga) ada di telinga luar, yg dibatasi oleh membran tympani (gendang telinga) dengan ruangan telinga tengah. Jd selama gendang telinga msh intak/ga bolong telinga luar dan tengah merupakan dua ruangan yg tidak berhubungan langsung. Infeksi telinga tengah s3ndiri kebanyakan bethubungan dengan infeksi saluran nafas atas, sehingga terjadi gangguan fisiologi normal telinga tengah dalam hal ini krn gangguan fungsi tuba eustachius. Lama2 peradangn di telinga tengah bisa menimbulkan perforasi membran timpni(gendang telinga bolong) dan kalau tidak diobati dengan baik bisa berkembang menjadi kronis (omsk). Kebiasaan mengorek2 telinga memang tidak disarankan, krn berisiko mendorong serumen yg sudah ada semakin ke dalam, risiko infeksi bakteri maupun jmur, bisa menusuk liang telinga atau gendang telinga, sering pula kapas cotton bud tertinggal di dalam. Pada telinga yg sdg mengalami infeksi atau pd gendang telinga yg sudah berlubang, hal ini bisa mencetuskn infeksilbh jauh. Sedangkan gangguan dengar akibat bising/suara keras kerusakan terjadi pd sel rambut di telinga dalam. Ini bisa juga dis4babkan oleh penuaan, penggunaan obat2 ototksik, atau penyakit2 metabolik seperti hipertensi, diabetes melitus.

  54. #64 by storyofdee on January 11, 2014 - 2:01 pm

    jadi, kalau gatal gimana cara ngatasinnya??

  55. #65 by faizah on January 11, 2014 - 3:54 pm

    :)..,,,,,kalau boleh share,,,setahuku informasi dan komen mamanya anak2 adalah benar ….sebenernya yang sering dilakukan orang dan berakibat fatal adalah penggunaan cutton but itu sangat tidak dianjurkan karena sifatnya yang mendorong kotoran makanya ada alat tersendiri untuk membersihkan kotoran telinga apabila kotoran telinganya menggumpal, jangan terlalu sering membersihkan kotoran telinga karena memang fungsi kotoran itu sendri adalah mengantisipasi masuknya kotran dari luar< makanya menrut dr.thamrin yang harus kita lakukan hanya membersihkan bagian telinga luar saja yaitu daun telinga tidak sampai ke dalam …….islam itu indah ,,,subhanallah karena islam mewajibkan kita salat untuk menyempurnakan nikmatNya yaitu dengan berwudhu….salah satu manfaat wudhu itu yaitu membersihkan telinga bagian luar 5x sehari, banyak manfaat dari hal itu salah satunya mencegah bakteri yang masuk bakteri karena ada beberapa organ yang rentan terhadap bakteri salah satunya adaalh telinga,,,dan bakteri itu akan hilang atau dapat dihindari apabila terkena air……mengenai penggunaan headset menurut dr.rian dianjurkan maksimal hanya 15 menit saja apabila ingin menggunkan lagi ada istrahat dahulu minimal 5 menit dan volumenyapun jangan terlalu keras 1-2 saja….maaf apabila terdapat kesalahan….karena masih belajar….mari kita belajar bersama2……:)…..

  56. #66 by pimp on January 12, 2014 - 8:56 am

    info menyesatkan kayak gini neh katrokkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk

  57. #67 by Ahmad Alkazimy on January 13, 2014 - 6:24 am

    Info yang bagus, akhirnya ada juga yang nulis. Saya ada pengalaman beberapa tahun yll, ketika telinga saya sakit dan penuh dengan cairan coklat, kebetulan lagi ada di Kuala lumpur (malaysia), saya mampir ke sebuah klinik. Dokter yang ada disana hanya memberikan obat tetes dan obat minum. Sedangkan untuk pembersihannya, saya disarankan mencucinya dengan memasukkan air bersih (boleh air mineral) ke dalam telinga, kemudian keluarkan lagi. Tidak boleh pakai alat lain. Inilah satu2nya dokter THT sepanjang hidup saya yang menjelaskan bahwa telinga tidka perlu dibersihkan dengan alat apapun, mekanisme paling aman adalah dengan memasukkan air bersih (boleh air mineral), keluarkan lagi, sertai dengan buang nafas dengan menutup hidung dan mulut.

    • #68 by Hendra madjid on January 16, 2014 - 8:37 am

      itu persis kayak cara tradisional di sini (kalimantan). Kalau telinga bindengan atau berdenging, cukup dimasukin air bersih buat bersihin telinga. Tapi sayang, di sini cara-cara begitu sudah jarang sekai dipakai….

  58. #69 by vernand on January 13, 2014 - 8:55 am

    Thanks for the info…

    vernand
    http://www.batamciti.com

  59. #70 by Adlyn Nazurah Card on January 13, 2014 - 9:46 am

    sangat bermanfaat sekali informasinya sukses lanjut terus

  60. #71 by Cutbank on January 13, 2014 - 6:52 pm

    ane juga pernah gitu gan gara2 korek telinga pake cotton but akhir jadi telinga berdeging dan ga nyaman alias sakit..jadi mendengar kurang pas pokoknya ga nyaman akhirnya ane ke dokter THT trus dibersihkan keluar kotoran semua gan tp blom sembuh juga seperti semula masih berdenging…akhir ane beli obat tetes telinga alhamduillah ke,bali sperti biasa..jgn korek telinga menggunakan apa aja.. memang kotoran keluar senditi kok

  61. #72 by dyahayuhadiati on January 14, 2014 - 12:26 am

    Reblogged this on dyahayuhadiati and commented:
    new lesson for me πŸ˜€

  62. #73 by Lina on January 15, 2014 - 9:08 pm

    Pengalaman saya malah terbalik dengan artikel ini. Suatu kali sepupu saya demam tinggi. Udah ke dokter dan dikasih, tetap ga turun demamnya. Ga sengaja ibunya liat telinga sepupu saya. Trs dibersihin. Keluarlah kotoran telinganya dan itu kotoran telinga terbesar yg pernah saya lihat selama saya hidup. Sampe geleng2 sendiri. Eh tapi besoknya sepupu saya sembuh dari demamnya. Jadi emang kotoran telinga ini yg menyumbat dan menyebabkan dia demam.
    Cerita lain, tentang bersihin telinga di THT. Ibu saya pernah bersihin telinga di THT. Menurut dia pakai semprotan yg rasanya perih sekali. Sayangnya, malah gendang telinganya bolong karena semprotan yg katanya obat buat bersihin telinga. Sampe sekarang ibu saya harus menutup telinganya dengan kapas kalau beraktifitas. Kalau tidak malah keluar air dan langsung pusing. Dan yang paling sedih, pendengarannya udah ga berfungsi sama sekali sejak gendang telinganya bolong.
    Jadi kesimpulan saya, ga apa2 bersihin telinga pakai cotton bud. Tapi emang harus extra hati2 dan pakai perasaan. Kalo ngga yakin dengan besarnya lubang telinga, mungkin bisa milih cotton bud buat bayi (yang ujungnya kecil). Dan bersihkan pelan2. Ga perlu tiap hari. Kapan udah ngerasa telinga ga nyaman aja.

    • #74 by Hendra madjid on January 16, 2014 - 8:35 am

      wah… Gokil juga yah sampe ada kotoran telinga segede gitu. Tapi apa bener demam oleh karena kotoran telinga? Bukannya Demam itu efek dari sel-sel dalam tubuh kita untuk melakukan perlawanan terhadap bakteri atau virus yang mencoba nyerang tubuh kita. Yang justru gak perlu diobatin…. Pengalaman aku sih, kalau demam cukup banyak minum air putih sama istirahat… pasti sembuh. Kalau sepupumu itu habis dikorek telinga lalu istirahat dan tidur, bisa jadi karena emang karena istirahatnya jadi bisa langsung sembuh.

  63. #75 by andro nugroho on January 16, 2014 - 3:43 pm

    ….antibiotika yang bagus…obat anti radang …vitamin syaraf dan suplemen untuk meningkatkan daya tahan tubuh terhadap radikal bebas dan hindari stress….

  64. #76 by rudi on January 17, 2014 - 4:32 pm

    boleh nimbrung…saya juga mau konsultasi nich, dari lahir tai telinga saya sangat sedikit. Atau kalo saya korek telinga dengan cutton but itu kotorannya tai telinganya tu gak ada. yang ada cuma cutton butnya hanya sedikit gelap karena daki di telinga…itu knpa ya?

  65. #77 by salman harun on January 23, 2014 - 1:59 pm

    Tks. Mengena k diri st

  66. #78 by Anne on January 24, 2014 - 3:02 pm

    Mungkin artikel ini perlu dibaca oleh para guru. Kenapa saya bilang dmkn? Soalnya di sekolh sering ada pemeriksaan kesehatan siswa oleh gurunya untuk nilai di raport (khususnya waktu TK). Trus kalo itu guru lihat ada kotoran telinga anak….langsung dia kasih nilai D, katanya kurang bersih. Padahal orangtua takut membersihkan telinga anak karena hal spt artikel ini. Tks u pengetahuannya.

  67. #79 by wahyu on May 9, 2014 - 4:35 pm

    bagi orang yang udah terbiasa membersihkan telinga dengan pembersih emang risih kalo gak di bersihin. Tapi emang sebagian besar para dokter menganjurkan tak boleh dibersihkan dengan benda-benda keras

  68. #80 by tri on May 26, 2014 - 11:13 am

    ijin reblog ya ? jazakumullah

  69. #81 by tri on May 26, 2014 - 11:15 am

    Reblogged this on Hasil karyaku.

  70. #82 by joni on September 17, 2014 - 3:17 pm

    Klo telinga sy kotorannya kadang keluar sendiri…rasanya geli geli dikit n sbentar..bentuknya agak bulat sedikit kering … Tapi setelahnya telinga jd lbh nyaman dr sebelumnya..apalagi dibandingkan kita bersihin manual atopun ke dokter THT…dan orang disekitar kita gak akan tahu koq…Alhamdulillah

  71. #83 by Pondok Aqiqah on September 19, 2014 - 8:22 am

    Informasi yang sangat bermanfaat. Saya termasuk yg suka bersihin kuping sendiri, dan alhamdulillah tidak terjadi apa2

  72. #84 by Biola Souvenir on September 19, 2014 - 1:44 pm

    Aq setuju klo kita ga perlu bersihin telinga seumur hidup.kalaupun kotor cukup bersihkan diluarnya aj.2 bln yg lalu telinga kananq kurang pendengaranya.trus aq bawa ke dokter,aq malah dimarahin bersihin pake cotton bud apalagi pake obat tetes.karna kotoran yg ada makin masuk ke dalam dan fatal akibatnya.akhirny aq dikasi obat minum aj.semenjak itu aq cuma bersihin luarnya aj.untuk kotoran didalam,keluar sendiri mas mb bro.kyk batu kecil gtu.kesannya jorok si tp itu lbh baik

  73. #85 by Sofia on September 20, 2014 - 12:05 am

    πŸ‘

  74. #86 by Martin Tjandra on September 22, 2014 - 2:20 am

    Helloo! Saya sudah beberapa kali telinga saya buntu gara-gara saya tidak membersihkan kotoran telinga. Kotoran telinga saya bisa sampai sebesar kelereng. Dan itu membuat infeksi. Satu-satunya yang bermanfaat di artikel ini adalah: jangan mengorek kotoran telinga dengan usaha sendiri. Tapi untuk tidak membersihkan kotoran telinga seumur hidup, itu adalah keputusan yang sangat sangat salah. Sebagai orang yang telinganya pernah bernanah gara-gara kotoran telinga yang pernah tidak pernah dibersihkan, saya sangat tidak menyarankan anda semua untuk mendengarkan artikel ini. Bila anda mau membersihkan kotoran telinga, jangan dibersihkan sendiri. Datang ke dokter THT (telinga, hidung, dan tenggorokan). Itulah gunanya mereka ada, untuk membersihkan kotoran telinga anda dengan cara yang aman. Saya benar-benar berbicara dari pengalaman sendiri, jadi jangan keliru konsep soal kotoran telinga.

  75. #87 by dr on September 23, 2014 - 6:37 pm

    Jangan sampai ini disalah fungsikan.
    Dalam dunia medis, membersihkan telinga itu tidak dilarang. Malah diwajibkan pada bayi. Kenapa? Kotoran telinga itu diproduksi terus-menerus, apabila pada bayi tidak dibersihkan, hal itu dapat mengurangi kualitas pendengaran bayi yang salah satunyaterlambatnya berbicara. Perlu dicatat, Almarhum ( Kakek Sang Penulis ) membersihkan telinga dengan BULU AYAM. Hal itu jelas dilarang di kedokteran, karena jelas saja bulu ayam kotor dan pastinya mengandung banyak kuman. Jadi jangan sampai anda tidak membersihkan telinga anda sampai tahunan, karena kotor. Normally bersihkan dengan cotton bud 2 minggu sekali. Ingat, jangan terlalu dalam, karena apabila terlalu dalam bisa mengenai organ tengah telinga. Kita hanya membersihkan “canalis” telinga saja. Jadi harap dibersihkan dengan cara yang benar. Apabila anda takut, anda bisa datang ke rumah sakit untuk dibersihkan dokterz. Dokter umum sudah dapat apabila hanya membersihkan telinga saja. Terima kasih.

  76. #88 by kaito on October 2, 2014 - 7:19 am

    saya pernah mengalami kejadian penggumpalan getah telinga, dan produksi getah telinga yang berlebih. dulu, sebelum saya mengalami itu, saya gak pernah membersihkan lubang telinga saya pake korekan telinga ato cottonbud, dan saya gak kenapa-kenapa sih, ya efek sampingnya kadang ngerasa risih aja. saya adalah orang yang hobi sekali mendengarkan musik melalui headset. nah kasus ini tehjadi saat saya kelas 2 sma. telinga saya yang sebelah kiri kehilangan kemapuan mendengar. panik, takut kenapa-kenapa, langsung lah saya bawa ke klinik THT di RS dekat rumah saya. dibilangnya, telinga saya kotor sekali dan terjadi penggumpalan getah telinga. nah setelah perawatan dan obat segala macem, saya mengurangi penggunaan headset. dan, saya juga membersikan telinga saya sebulan 2x. tujuannya agar telinga tidak terlalu kotor.

    tapi jangan membersihkan telinga terus menerus sampi super bersih, itu justru malah berbahaya. seperti yang sudah diutarakan artikel di atas.
    :cheers

  77. #89 by Linda Yani on October 9, 2014 - 6:21 am

    Info yg sangat berguna.. kalo tidak mengganggu mungkin benar ga usah dibersihkan. Cuma kalo sudah menggumpal dan mengganggu pendengaran harus ke tht untuk dibersihkan.. pengalaman keponakan demam ga turun turun dah ke dokter anak ga sembuh juga akhirnya ke dktr tht ternyata banyak kotoran yg menggumpal yg bikin dia demam..

  78. #90 by Tirta Buana on October 23, 2014 - 3:14 pm

    Gud nyus… setuju dgn info diatas, tp kalo kuping udah gatal… sulit mencari alternatif lain untuk menghilangkan gatalnya selain dengan jurus Cooton Bud…. kalo setiap gatal mesti ke dokter THT, bisa bangkrut…

  79. #91 by andri maryanto on October 24, 2014 - 8:04 am

    Reblogged this on andrimariyanto.

  80. #92 by imel l on October 5, 2015 - 6:40 pm

    Gue udah 5 hari kayak tuli tuli dan merasa sakit di bagian telinga kiri setelah keesokan harinya jam 10.23 pagi telingaku di periksa dan di liat telinga ku infeksi dan bernana dan nana nya membeku mama ku nanya sama dokter dok kenapa telinga anak saya bisa infeksi yahh lalu kata dokter oww ini karna alergi dan dalam nya gatal pasti kalo gatal telinga nya dikorek dalam banget jadi berbengkak dan bernana aku liat tai telinga nya putih kaya daging isss dan saat ini aku uda takut ngorek ngorek jadi kusarankan jangan ngorek ngorek telinga ya nanti kejadiannya bisa kayak saya

  1. Seumur hidup tak perlu dibersihkan | My Agp My Info
  2. Seumur hidup tak perlu dibersihkan - My Agp My Info
  3. Telinga, Seumur Hidup Tak Perlu Dibersihkan | BAHAYA MENGOREK TELINGA | PIYUNGAN ONLINE

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: