Rokok Rendah Nikotin = Berbahaya

Banyak perokok memilih rokok berlabel “low tar”, “mild” atau “low nikotin” karena merasa rokok jenis itu lebih aman. Padahal kenyataannya justru lebih berbahaya.

Rata-rata 90% perokok menyadari bahanya rokok bagi tubuhnya. Dan 60% dari perokok ingin berhenti, namun tidak bisa. Parahnya, ada banyak pasien yang sakit karena rokok mengatakan pada dokternya, “Dok, saya sudah berhenti merokok dan sekarang saya hanya menghisap rokok rendah nikotin.”

Nikotin?

Nikotin adalah zat yang terkandung dalam tembakau/ rokok yang efeknya meyebabkan kecanduan. Sedangkan bahaya rokok bukan hanya pada nikotinnya, misalnya pada asapnya yang mengandung karbon monoksida. Masih banyak lagi zat yang berbahaya terkandung dalam rokok selain nikotin.

Ada 15 macam zat berbahaya yang bisa anda ketahui yaitu :

  1. ACROLEIN ; zat berbentuk cair tidak berwarna diperoleh dengan mengambil cairan dari glyceril atau dengan mengeringkannya. Pada dasarnya zat ini mengandung alkohol yang pasti sangat mengganggu kesehatan.
  2. KARBON MONOXIDA ; gas yang tidak berbau. Zat ini dihasilkan dari pembakaran yang tidak sempurna dari unsur zat karbon. Jika karbon monoxida ini masuk ke dalam tubuh dan dibawa oleh hemoglobin ke dalam otot-otot tubuh. Satu molekul hemoglobin dapat membawa empat molekul oksigen. Apabila didalam hemoglobin itu terdapat karbon monoxida, berakibat seseorang akan kekurangan oksigen.
  3. NIKOTIN ; cairan berminyak tidak berwarna. Zat ini bisa menghambat rasa lapar. Jadi menyebabkan seseorang merasa tidak lapar karena mengisap rokok.
  4. AMMONIA ; gas yang tidak berwarna, terdiri dari nitrogen dan hidrogen. Memiliki bau yang sangat tajam dan merangsang. Zat ini sangat cepat memasuki sel-sel tubuh dan kalau disuntikkan sedikit saja pada aliran darah akan membuat pingsan atau koma.
  5. FORMIC ACID ; cairan tidak berwarna, tajam baunya, bisa bergerak bebas dan dapat membuat lepuh.
  6. HYDROGEN CYANIDE ; gas tidak berwarna, tidak berbau dan tidak ada rasa. Zat ini paling ringan dan mudah terbakar. Cyanide mengandung racun berbahaya dan jika dimasukkan langsung ke dalam tubuh akan berakibat kematian.
  7. NITROUS OXIDE ; gas tidak berwarna dan jika diisap dapat menyebabkan hilangnya pertimbangan dan membuat rasa sakit. Zat ini awalnya adalah untuk zat pembius pada saat operasi.
  8. FORMALDEHYDE ; gas tidak berwarna dan berbau tajam. Gas ini bersifat pengawet dan pembasmi hama.
  9. PHENOL ; zat ini terdiri dari campuran kristal yang dihasilkan dari distilasi zat-zat organik misalnya kayu dan arang. Phenol bisa terikat didalam protein dan menghalangi kerja enzyme.
  10. ACETOL ; zat ini adalah hasil dari pemanasan aldehyde dan menguap dengan alkohol.
  11. HYDROGEN SULFIDE ; gas yang mudah terbakar dan berbau keras. Zat ini menghalangi oxidasi enxym (zat besi berisi pigmen).
  12. PYRIDINE ; cairan tidak berwarna dan berbau tajam. Zat ini mampu mengubah alkohol sebagai pelarut dan pembunuh hama.
  13. METHYL CHLORIDE : merupakan campuran zat-zat bervalensa satu atas mana hidrogen dan karbon sebagai unsur utama. Zat ini merupakan compound organis yang sangat beracun dan uapnya bersifat sama dengan pembius.
  14. METHANOL ; cairan ringan yang mudah menguap dan terbakar. Jika diminum dan diisap dapat berakibat pada kebutaan dan kematian.
  15. TAR ; cairan kental berwarna coklat tua atau hitam didapatkan dengan cara distilasi kayu dan arang juga dari getah tembakau. Zat inilah yang menyebabkan kanker paru-paru.

Tes Rendah Nikotin?

Tes rokok rendah nikotin dilakukan oleh mesih. Memang tidak ada penipuan pada hasil tesnya, karena yang merokok mesin, sedangkan manusia merokok dengan cara berbeda. Faktanya, entah rokok yang kita hisap bernikotin rendah, medium atau tinggi, jumlah nikotin yang diterima perokok relatif sama.

Berikut ini perbedaan rokok yang dihisap oleh mesin dengan manusia:

  • Produsen rokok membuat rokok dengan lubang sangat kecil pada filternya, selain itu saat mesin menghisap rokok, asapnya akan menipis karena bercampur dengan udara sehingga terbaca kadar tar dan nikotinnya rendah.
  • Bagian sisi rokok sebenarnya memiliki “lubang ventilasi”. Jika dihisap oleh mesin, lubang itu terbuka sehingga tak semua asap terhisap, tetapi saat dihisap manusia, lubang itu tertutup oleh jari atau bibir sehingga tetap banyak asap yang masuk.
  • Manusia tidak menghisap rokok seperti mesin dengan kekuatan hisap konstan. Saat menghisap rokok mild atau rendah tar dan nikotin, perokok akan cenderung menghisap lebih kuat agar mendapat sensasi merokok yang cukup. Sedangkan pada rokok dengan nikotin tinggi perokok akan menghisapnya dengan ringan karena tak kuat merasakan nikotinnya. Yang berbahaya, dengan hisapan kuat, rokok akan terbakar lebih besar dan menyebabkan zat kimia lainnya lebih banyak yang masuk ke tubuh perokok.
  • Produsen rokok juga membungkus tembakau dengan kertas sigaret yang lebih cepat terbakar dibandingkan dengan tembakau. Sehingga mesin penghisap rokok hanya akan menghisap sedikit asap yang membuatnya menghasilkan data kadar nikotin dan tar yang rendah.

Kesimpulannya,

Satu-satunya cara terhindar dari bahaya merokok adalah dengan berhenti merokok secara total.

Tidak ada satupun bukti ilmiah yang menunjukkan rokok rendah nikotin mampu mengurangi bahaya merokok ataupun membuat berhenti merokok lebih mudah.

Berita baiknya, menurut penelitian, jika seseorang berhenti merokok sebelum berusia 50 tahun, mengurangi resiko kematian karena merokok hingga 50% sampai 15 tahun berikutnya. Berhenti merokok juga mngurangi resiko kanker paru-paru, serangan jantung, stroke dan penyakit lainnya.

sumber:

, , , , , , , , , ,

  1. #1 by alexalkes on October 1, 2010 - 9:23 pm

    Ternyata seperti itu ya..apakh anda juga punya info mengenai sekitar rokok elektrik,..thanks.

  2. #2 by LK on October 1, 2010 - 9:31 pm

    Sampai sekarang yang saya tahu, prinsip rokok elektrik adalah memberikan sensasi nikotin tanpa melibatkan zat kimia berbahaya lainnya, berarti tetap memakai nikotin. Menurut wikipedia http://en.wikipedia.org/wiki/Electronic_cigarette#Health_issues belum ditemukan bahayanya.
    Tapi memang sudah ada perkiraan bahanya, masih dalam penelitian. Sementara nikotin sendiri tetap beracun dan memberi efek ketagihan.

  3. #3 by alexalkes on October 1, 2010 - 11:42 pm

    Thank’s..!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: